Guys, tau gak sih? di zaman yang udah mengglobal gini udah semakin merebak dan mewabah teknologi-teknologi canggih nan instan yang biasa dikenal dengan sebutan New Media. Apa sebenarnya New Media itu? New Media terdiri dari 2 kata yaitu New dan Media. New yang berarti Baru dan Media yang berarti Perantara. Jadi New Media merupakan Sarana perantara yang baru. Baru dalam arti disini dilihat dari segi waktu, manfaat, produksi, dan distribusinya. New Media juga dapat disebut sebuah istilah yang dimaksudkan untuk mencakup kemunculan digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai "media baru" adalah digital, seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, interaktif dan tidak memihak. Beberapa contoh New Media adalah Internet, website, komputer multimedia, permainan komputer, CD-ROMS, dan DVD.
Dalam konteks komunikasi, media merupakan alat sarana yang digunakan dalam berlangsungnya proses komunikasi. Cangara (2006) menyatakan bahwa media merupakan alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Pendapat yang sama disampaikan oleh Vardiansyah (2004) yang menyatakan bahwa media merupakan bentuk jamak dari medium-medium komunikasi yang diartikan sebagai alat perantara yang sengaja dipilih komunikator untuk menghantarkan pesannya agar sampai ke komunikan. Jadi, unsur utama dari media komunikasi adalah pemilihan dan penggunaan alat perantara yang dilakukan komunikator dengan sengaja. Artinya, hal ini mengacu kepada pemilihan dan penggunaan teknologi media komunikasi.
Media komunikasi dapat diterjemahkan sebagai semua sarana yang dipergunakan untuk memproduksi, mereproduksi, mendistribusikan atau menyebarkan dan menyampaikan informasi. Media komunikasi sangat berperan dalam kehidupan masyarakat. McQuail (2006) memberikan gambaran bahwa media sesungguhnya merupakan sebuah "industri budaya" karena media telah menjadikan semua produk kultural masyarakat sebagai komoditi yang bisa dibeli konsumer demi kepuasan psikologis, hiburan dan dugaan-dugaan ilutif yang mengaburkan seperti apa struktur sosial sesungguhnya dan subordinasi kita didalamnya.
New media merupakan perkembangan dari media-media yang telah digunakan manusia. Keberadaan new media didasari oleh pemikiran modernis pada perkembangan sosial yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi yang merubah ke arah perkembangan sosial modern. New media hadir dalam beragam bentuk dan varian yang dibangun dan disesuaikan pada kebutuhan penggunanya. Listen, Dovey, Sidding dan Kelly dalam Prabowo (2011) mengungkapkan terdapat beberapa bentuk hasil produksi dimana terdapat perubahan bentuk yang dihasilkan dan dimediasikan oleh perkembangan tekhnologi diantaranya:
- Computer Mediates Communication : email, ruang chat, forum komunikasi yang dimediasikan oleh avatar, situs jejaring sosial, transmisi gambar/video dan suara, the World Wide Web, blog dan gadget pintar lain yang memiliki fasilitas koneksi komunikasi.
- New ways of distriuting and consuming: dimana teks media yang dikarakteristrikan oleh interaksivitas dan format hypertekstual seperti The World Wide Web, Cd, DVD, podchast dan beberapa platform dari video game.
-Vitual "realities" : lingkungan yang tersimulasikan dan ruang representasional yang kemudian membentuk dunia baru yang mengadopsi dari dunia yang sebenarnya
- A whole range of transformation and dislocations of establihed media : sebagai contoh fotografi, animasi, levisi, jurnalisme film dan sinema.
Dari beragam bentuk media yang disebutkan salah satu bentuk media yang membawa perubahan yang sangat signifikan dalam perubahan sosial, budaya dan pola komunikasi masyarakat adalah computer mediated communication atau komunikasi yang dimediasikan oleh komputer yang perkembangannya sangat ditentukan oleh perkembangan internet yang kemudian disebut sebagai new media, guys.
Munculnya media baru tidak hanya sebagai saluran tetapi juga sebagai agen dalam kelompok mengemudi atau mengatur proses keputusan kelompok dengan dinamis dalam penataan interaksi kelompok (Kontraktor, 2002; DeSannis dan Gallupe, 1987). Perkembangan ini telah memicu pergeseran dalam konseptualisasi kelompok dari gagasan tradisional 'waktu yang sama, tempat yang sama' menjadi 'setiap saat, di mana saja dan, sebagian orang akan berpendapat yang sebenarnya masih bisa diragukan kebenarannya'.
Dengan hadirnya new media terutama dalam sebuah kelompok kerja, kelompok itu sendiri dapat terorganisir dengan lebih efektif dan efisien. Selain itu dengan teknologi yang kian hari semakin berkembang membuat tidak adanya lagi batas-batas mengenai tempat, waktu dan juga besar kecilnya kelompok yang terbentuk (sense of group). Sehingga sangat memungkinkan untuk sebuah kelompok kerja meningkatkan kinerja dalam pekerjaannya.
Sangat kontras sekali terlihat perbedaan dimana kelompok yang berada sebelum dan sesudah hadirnya internet sebagai salah satu contoh bentuk dari new media. Terlihat jelas pada ruang gerak dan waktu yang berbeda dan juga karakteristik dalam kelompok itu sendiri. Kelompok kerja yang sudah terorganisir dengan supporting system akan terbantu dalam membentuk sebuah kinerja yang baik karena didalamnya terdapat pola ataupun sistem yang secara bahasanya dapat 'me-manage' dengan cara yang melingkupi: komunikasi, informasi, interaksi dengan pihak luar dan juga performance dalam bekerja.
Munculnya kelompok-kelompok atau komunitas di internet memang bukanlah suatu hal asing lagi bagi kita sekarang ini. Banyak sekali kelompok-kelompok unik tertentu yang menggunakan internet sebagai wadah kelompok kerja mereka, yang kemudian disebut kelompok kerja virtual. Kelompok kerja virtual adalah suatu kelompok yang menggunakan aktivitas virtual untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas tertentu. Ya, sebenarnya internet telah menyediakan berbagai media virtual untuk memudahkan kita dalam bekerja baik itu secara individu maupun kelompok. Apa saja? Dari mulai fasilitas e-mail, chatroom, bahkan media sosial sekalipun bisa dijadikan wadah kelompok kerja virtual, atau kelompok tersebut bisa membuat semacam jaringan sosial tersendiri untuk mereka yang digunakan untuk menuntaskan pekerjaan mereka.
Contoh nyatanya adalah ketika konser salah satu girlband korea yang digelar di Jakarta, semua akun atau fanbase dari yang menaungi penggemar di seluruh Indonesia, gencar menyebarkan informasi guna menuntastkan project mereka pada konser tersebut ketika konser diselenggarakan. Pada konser tersebut, para penggemar yang tergabung dalam kelompok pecinta girlband tersebut akan menampilkan sesuatu untuk artis kesayangan mereka tersebut. Alhasil mereka menggunakan sosial media untuk menuntaskan project mereka. Contoh lainnya adalah instansi pemerintah yang menggunakan web khusus untuk pegawainya menuntuskan pekerjaan mereka, web tersebut hampir sama dengan media sosial seperti facebook atau twitter hanya saja web tersebut hanya bisa digunakan oleh pegawai pada instansi tersebut, yang isinya fasilitas untuk bertukar pikiran dengan sesama kelompk kerjanya ataupun untuk mengunggah laporan hasil kerja.
terimakasih new media! xoxo
References:
Lievrouw, Leah A. & Sonia Livingstone. 2006, Handbook of New
Media : Social Shaping and Social Consequences of ITCs, Sage Publication Ltd.
London. Pokok Bahasan : Culture Studies and Communication Technology
http://babehony.blog.fisip-untirta.ac.id/2013/12/27/new-media-dalam-perubahan-budaya-komunikasi-masyarakat/
http://gemaramadhanh.wordpress.com/2012/10/20/kelompok-kerja-virtual/

No comments:
Post a Comment